kota Sukabumi

Kamis, 05 Februari 2009

Kamis, 5 Februari 2009
STH PASUNDAN SELENGGARAKAN SEMINAR HUKUM

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Pasundan Sukabumi, bekerjasama dengan Pemerintah Kota Sukabumi, Kamis, 5 Februari 2009, di Gedung Juang 45, menyelenggarakan seminar hukum, mengambil tema, Pengembalian Citra Hukum Melalui Peningkatan Profesionalisme Aparat Penegak Hukum. 

Seminar yang menampilkan pembicara Profesor Doktor Bagir Manan, S.H., M.CL. dan Kepala Kejaksanaan Negeri Sukabumi, H. Wirzal Yanuar, S.H. ini, diikuti 600 orang. Antara lain, unsur Muspida, Pimpinan Instansi, Pimpinan Perbankan, Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah, OKP, BEM dan BML Mahasiswa, serta Osis SMP, SMA dan SMK se Kota dan Kabupaten Sukabumi. 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., saat memberi sambutan sekaligus membuka seminar tersebut menjelaskan, agenda nasional sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yakni pertama mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, kedua mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis, serta ketiga mewujudkan Indonesia yang sejahtera. 

Kota Sukabumi sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang berlaku di Indonesia, bahwa Negara Indonesia adalah Negara Hukum, serta Negara Indonesia berdasarkan dan berlandaskan konstitusional. Oleh karenanya, implementasi pelaksanaan Undang-Undang Pemerintahan di daerah yang saat ini dilaksanakan dengan titik berat otonomi daerah, pada dasarnya Pemerintah Kota Sukabumi telah mempunyai komitmen, untuk turut serta dalam mewujudkan tujuan nasional. 

Kota Sukabumi sebagai salah satu kota di Jawa Barat, diwajibkan oleh undang-undang yang berlaku, bahwa aspek perencanaan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004, harus mempunyai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Untuk itu, dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2025, pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi ingin mewujudkan Kota Sukabumi Sebagai Pusat Pelayanan Berkualitas Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Perdagangan. Tegasnya, Kota Sukabumi ke depan harus lebih cerdas, harus lebih sehat, dan harus lebih sejahtera, serta harus sukses tanpa ekses. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, perlu dilaksanakan berbagai bidang pembangunan secara ter-artur, termasuk pembangunan hukum dan ekonomi. 

Ditandaskannya, Kota Sukabumi cerdas, sehat dan sejahtera, dapat dicapai dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan IPM Kota Sukabumi, saat ini telah mencapai angka 75,9. Diharapkannya, pada tahun 2009, IPM Kota Sukabumi dapat mencapai angka 76.

Kamis, 5 Februari 2009
PEMKOT SUKABUMI LAKUKAN REKAYASA TERTIB LALU LINTAS
 

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, akan ber-upaya optimal melakukan rekayasa tertib lalu lintas, di beberapa ruas jalan. Maksud dan tujuannya, dalam rangka upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang jasa transportasi, melalui peningkatan peran Dinas Perhubungan Kota Sukabumi secara terpadu, dengan Satllantas Polres Kota Sukabumi, Satpol PP Kota Sukabumi, dan Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi. 

Demikian disampaikan Wakil Walikota Sukabumi, Drs. H. Mulyono, M.M., saat memimpin Rapat Rekayasa Tertib Lalu Lintas di Kota Sukabumi, Rabu sore, 4 Februari 2009, di Ruangan Rapat Sekretaris Daerah Kota Sukabumi. 

Ditandaskannya, yang perlu segera dilakukan rekayasa tertib lalu lintas di Kota Sukabumi, yakni pada ruas jalan Dewi Sartika, simpang tiga jalan Arip Rahman Hakim, dan jalan Lettu Bakri. 

Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, mulai hari Kamis pagi, 5 Februari 2009, Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Satlantas Polres Kota Sukabumi dan Satpol PP Kota Sukabumi, telah melakukan rekayasa tertib lalu lintas pada ruas jalan Dewi Sartika, yakni yang semula dua arah menjadi satu arah dari barat ke timur. Demikian pula posisi parkir kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang semula ditempatkan pada dua sisi ruas jalan tersebut, mulai hari Kamis pagi, 5 Februari 2009, ditempatkan pada satu sisi ruas jalan. Rekayasa tertib lalu lintas tersebut, juga akan segera dilakukan di simpang tiga jalan Arip Rahman Hakim dan jalan Lettu Bakri, termasuk jalan A. Yani dan jalan R.E. Martadinata, khususnya di depan Mayofield dan halte depan Yogya. 

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Sukabumi menandaskan, untuk meng-antisipasi kemacetan lalu lintas khususnya di pusat-pusat keramaian kota, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi, dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Pasar Mingguan di 7 wilayah kecamatan, sekaligus sebagai salah satu upaya pengembangan pusat keramaian di 7 wilayah kecamatan, khususnya di wilayah Kecamatan Baros, Kecamatan Cibeureum, dan Kecamatan Lembursitu (Bacile).

Rabu, 4 Februari 2009
WALIKOTA MENYATAKAN BANGGA ATAS PELAKSANAAN SUKABUMI OPEN PENCAKSILAT
 

Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., menyatakan merasa bangga dan terharu, atas pelaksanaan Sukabumi Open Pencaksilat Tahun 2009. Karena dalam pelaksanaan event se Jawa Barat ini, terdapat kalimat yang mempertahankan Negara Indonesia, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksanaan Sukabumi Open Pencaksilat ini, merupakan salah satu bentuk kecintaan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Jawa Barat, terhadap NKRI. 

Demikian disampaikan Walikota Sukabumi, saat memberi sambutan pada acara pembukaan Sukabumi Open Pencaksilat Tahun 2009, Rabu sore, 4 Februari 2009, di GOR Remaja Merdeka Kota Sukabumi. 

Pada bagian lain sambutannya, Walikota Sukabumi atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet Pencaksilat se Jawa Barat, di Kota Sukabumi. Diharapkannya, kehadiran para pesilat se Jawa Barat di Kota Sukabumi ini, sebagai salah satu bentuk persatuan dan kesatuan, dalam rangka melestarikan dan mengembangkan budaya Pencaksilat, khususnya di Jawa Barat. Dikatakannya, dalam kegiatan ini ada dua misi ketahanan yang perlu mendapat perhatian dari seluruh masyarakat, khususnya dari para peserta Sukabumi Open Pencaksilat. Pertama ketahanan dari budaya, bahwa masyarakat merasa bangga terhadap budaya Pencasilat yang ada di Indonesia, dan kedua ketahanan dalam bela negara terhadap NKRI. 

Sukabumi Open Pencaksilat Tahun 2009 yang berlangsung meriah dan semarak ini, dibuka secara resmi oleh Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat, Dokter Gigi Toni Apriliani. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Danrem Suryakencana, unsur Muspida Kota Sukabumi, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Sukabumi, Pimpinan Perguruan Pencaksilat se Jawa Barat, Pengurus Ikatan Pencaksilat Seluruh Indonesia (IPSI) se Jawa Barat, jajaran Panitia Penyelenggara, dan undangan lainnya.

Rabu, 4 Februari 2009
SEBANYAK 20 ORANG WARGA BELAJAR PAKET C IKUT UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI

Sebanyak 20 orang warga belajar Paket C dari Sukabumi, Bogor dan Cianjur, mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Ujian tersebut, diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, baru-baru ini. 

Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Yemmi Yohanni menjelaskan, proses seleksi bagi warga belajar Paket C masuk perguruan tinggi tersebut, sebagai salah bukti nyata pemerintah, dalam memperhatikan masyarakat, untuk memper-oleh sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. 

Diharapkannya, dengan dilaksanakannya seleksi tersebut, dapat menambah kepercayaan diri para warga belajar di lembaga pendidikan non formal. Sebab dengan dilaksanakannya seleksi tersebut, para warga belajar di lembaga pendidikan non formal, tidak ada perbedaan dengan warga belajar di lembaga pendidikan formal, khususnya dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 

Namun untuk lebih meningkatkan kepercayaan diri para warga belajar di lembaga pendidikan non formal, jatah untuk masuk ke perguruan tinggi agar ditambah. Sebab seperti yang dikatakan Kepala SKB UPTD Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, dari 300 orang warga belajar di Kota Sukabumi, yang mendapat jatah untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi hanya 5 orang. Padahal warga belajar yang lainnya pun, memiliki potensi yang cukup tinggi. 

Hal senada juga disampaikan Kepala SKB UPTD Dinas Pendidikan Kota Bogor, Rosmala, agar Pusat Pengembangan Pendidikan Non Formal Indonesia (P2PNFI) Regional 2 Jayagiri Bandung, menambah kuota bagi warga belajar non formal untuk masuk perguruan tinggi. Maksud dan tujuannya, untuk memacu sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan animo warga belajar, dalam menimba ilmu pengetahuan lebih tinggi lagi. Karena kebijakan untuk mengikuti identifikasi dan seleksi pembelajaran tutorial Paket C untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tersebut, merupakan kebijakan P2PNFI Regional 2 Jayagiri Bandung, yang berada pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.